Article Detail

SMA Santo Yosef Sukses Menggelar Kegiatan P5 dan PJBL

SMA Santo Yosef Lahat menggelar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema "Kewirausahaan dan Kearifan Lokal", yang dilaksanakan di aula sekolah bagi kelas XI dan di perpustakaan bagi siswa kelas X selama 8 hari yang dimulai dari Senin (11/09/2023) sampai Rabu (20/09/2023). Sub tema yang diangkat adalah tentang Kewirausahaan bagi siswa kelas X/fase E dan kearifan lokal tentang melestarikan tari tradisional Kabupaten Lahat yaitu tari Erai-erai bagi siswa kelas XI/fase F.

Dalam gelaran P5 untuk peserta didik kelas XI atau fase F ini juga mengundang Guru tamu yang merupakan alumni SMA Santo Yosef yaitu Ibu Kiki Utami, S.Pd. beliau bekerja sebagai Analis Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat. Dalam pemaparannya Ibu Kiki menjelaskan kegiatan ini dapat membentuk karakter sekaligus melatih mental siswa dalam mempertahankan budaya Kabupaten Lahat. Momen ini diharapkan dapat membangkitkan semangat anak-anak muda untuk terbiasa lagi dengan melestarikan tradisi budaya yang sudah ada. Seluruh siswa kelas XI diajarkan menari erai-erai dan menampilkan tari tersebut perkelompok di lapangan basket SMA Santo Yosef Lahat serta disaksikan seluruh karyawan dan siswa lain.

Pada pelaksanaan P5 bagi siswa kelas X atau fase E, semua siswa memasak masakan khas nusantara sebagai produk kewirausahaannya, setelah memasak siswa mengemas produk makanan yang dibuat dan menjajakan kepada guru, karyawan dan siswa lain. Produk yang dibuat antara lain sate padang, sate Madura, lumpia, cilok, siomay dan batagor.

Selain melaksanakan P5, SMA Santo Yosef juga melaksanakan Project Base Learning (PJBL) bagi siswa kelas XII dengan tema “Modifikasi Makanan Khas Nusantara” di waktu yang sama dengan pelaksanaan P5. Pelaksanaan PJBL dilaksanakan di Laboratorium Bahasa sehingga siswa merasa nyaman. Siswa kelas XII mengikuti berbagai materi yang telah disampaikan oleh guru pendamping, hingga puncaknya siswa membuat produk makanan khas nusantara, seperti dadar gulung, mocha, klepon, seblak, kentang goring, dan risol mayones. Produk makanan tersebut dijual kepada guru dan siswa lain disekolah.

Proses pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan PJBL ini diharapkan siswa semakin memiliki daya juang dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan hidup pada masa yang akan datang, memiliki kemampuan untuk berdaya cipta secara inovatif yaitu kemampuan untuk memasukkan hal – hal baru dan eksploratif (penjelajahan alam pikir) untuk menambah pengetahuan sebanyak mungkin, dan terakhir siswa semangat untuk membangun persaudaraan sejati. Perbedaan bukan menjadi pemecah belah melainkan saling memperkaya satu sama lain. Manusia sebagai makhluk sosial perlu menjalin relasi yang seimbang dengan sesama dan alam sekitar.

Salam Tarakanita!

Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment