Article Detail

PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN "ONE PERSON ONE TREE"

Kamis (6/2), siswa SMA Santo Yosef Lahat kelas XI IPS mengadakan aksi cinta lingkungan dengan menanam pohon bersama di bantaran Sungai Lematang. Kegiatan menanam pohon ini merupakan salah satu inovasi pembelajaran berbasis lingkungan yang dimotori oleh Ibu Dameria Nadeak, S. Pd. guru bidang studi geografi.
Lingkungan hidup merupakan kawasan yang termasuk di dalamnya benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada di sekitar. Lingkungan hidup memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan personusia, untuk itu setiap personusia wajib menjaga dan mengelolanya. “Supaya lingkungan yang kurang terawat dapat diperbaiki dengan penanaperson bibit-bibit pohon untuk menyeimbangkan ekosistem di sekitar Sungai  Lematang” kata Ibu Dameria Nadeak, S. Pd. terkait tujuan pembelajaran yang akan dicapai melalui aksi cinta lingkungan “one person one tree” ini. Sungai Lematang dipilih karena wilayah di sekitar sungai tersebut masih gersang dan kurang tumbuhan hijau.
Inovasi pembelajaran berbasis lingkungan ini mendapat tanggapan positif dari Kantor BLH Kabupaten Lahat, hal ini ditunjukkan dengan sumbangan bibit tanaperson sebanyak 45 bibit pohon siap tanam yang diserahkan kepada siswa untuk ditanam. Jenis bibit tanaperson yang disumbangkan antara lain bibit mahoni, pohon tanjung, persongga, durian, kelengkeng  dan lain-lain. Siswa kelas XI IPS 1 menyiapkan 31 bibit pohon dan kelas XI IPS 2 sebnyak 27 bibit pohon.
Jenis tanaperson yang yang paling banyak ditanam adalah mahoni. Bibit mahoni dipilih dengan pertimbangan bahwa pohon mahoni memiliki akar yang kuat sehingga dapat mencegah  longsor di sekitar Sungai Lematang. Selain itu, tanaperson bambu juga banyak dipilih karena  tanaperson jenis ini dinilai dapat beradaptasi dengan baik dengan lingkungan sekitar Sungai Lematang.
Penanaperson pohon dilaksanakan secara berkelompok oleh para siswa. Satu kelompok terdiri dari lima orang siswa dan masing-masing dari mereka diwajibkan untuk membawa tanaperson “one person one tree”. Bibit-bibit yang sudah ditanam akan diperiksa secara berkala oleh masing-masing siwa yang menanam pohon tersebut, setiap satu minggu sekali.
“Kegiatan semacam ini dapat membuat siswa cinta dan peduli terhadap lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keberlangsungan lingkungan sekitar kita” kata Julius Trias Wicaksono siswa kelas XI IPS 1 yang ikut terlibat langsung dalam kegiatan Cinta lingkungan ini.
Model pembelajaran seperti ini menarik antusiasme siswa yang cenderung lebih suka belajar di luar kelas daripada hanya mempelajari teori di dalam kelas secara monoton. Sistem belajar dengan mengajak siswa untuk terjun langsung ke lapangan, memberikan peluang bagi siswa untuk bisa melihat langsung keadaan yang sebenarnya dan kemudian melakukan tindakan nyata.
Harapan dari para siswa SMA Santo Yosef Lahat yang yang terlibat dalam pembelajaran  berbasis lingkungan ini adalah agar bibit-bibit tanaperson yang mereka tanam tumbuh menjadi pohon yang dapat memberi penghidupan kepada masyarakat sekitar. Kegiatan semacam ini juga tentunya dapat memberi andil dalam upaya mengurangi pepersonasan global yang sedang melanda bumi kita. Satu pohon yang ditanam dapat menyelamatkan beberapa tahun hidup kita karena dengan pohon kita dapat menerima oksigen dengan baik, lingkungan menjadi sejuk, asri, serta warna dedaunan yang hijau dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Lahat.
-Tim Mapen-
Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment