Article Detail

Meneladani Etos Kerja Santo Yosef

       SMA Santo Yosef merayakan hari pelindung sekolah sebagai wujud nyata dari penanaman nilai celebration melalui Pembelajaran Pendidikan Karakter Tarakanita (PKT). Siswa dan guru berkesempatan untuk mengekspresikan rasa syukur kepada Tuhan atas penyelenggaraan-Nya di bidang pendidikan melalui unit karya SMA Santo Yosef Lahat. Puncak acara dilaksanakan Selasa (19/3), namun sebelumnya serangkaian acara telah dilaksanakan mulai Sabtu (16/3) dan Senin (18/3).
        Santo Yosef adalah salah satu tokoh yang tidak banyak diceritakan dalam Alkitab, tetapi bukan berarti dia tidak memiliki peran yang penting dalam karya penyelamatan Tuhan. Dialah ayah yang sangat baik bagi Tuhan Yesus. Hal ini ditunjukkan pada saat dia membawa Maria dan bayi Yesus ke tanah Mesir untuk menyelamatkan diri dari kejaran Herodes, juga takala dia bersama Maria mencari Yesus yang saat itu berumur dua belas tahun dan ‘tertinggal’ di bait Allah (Renungan Harian Mutiara Iman 2011, Yayasan Pustaka Nusatama).
        Santo Yosef menjadi seorang bapak yang sangat bertanggung jawab, semua itu merupakan bentuk ketaatan totalnya pada Tuhan. Gereja menetapkan 19 maret sebagai hari Santot Yosef, Gereja sangat menghargai ketaatan dan keteladanan Santo Yosef dan mengangkat Santo Yosef sebagai pelindung bagi keluarga dan bagi para pekerja. Santo Yosef mengajarkan bahwa segala macam pekerjaan yang kita lakukan amatlah penting artinya, sebab dengan bekerja kita menyumbangkan karya serta pelayanan kita kepada keluarga dan masyarakat. Semangat inilah yang selama ini menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi para guru dan siswa dalam belajar dan bekerja di unit karya SMA Santo Yosef. Sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada Tuhan, SMA Santo Yosef mengadakan serangkaian acara untuk memperingati pelindung sekolah Santo Yosef.
 
Berbagi kebahagiaan antarunit karya
         Sabtu (16/3), SMA Santo Yosef mengadakan lomba sport game dan scientific game bagi siswa-siswi SMP Santo Yosef. Sebelum lomba dimulai, para siswa terlebih dahulu melaksanakan apel bersama di lapangan utama SMA Santo Yosef. Bapak Ig. Sukino yang bertindak sebagai pembina apel mengungkapkan bahwa, “Semua kegiatan yang akan dilaksanakan bersama siswa harus bisa dinikmati oleh seluruh siswa, semuanya harus gembira” tandas beliau. Diakhir sambutannya beliau juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung terlaksananya acara peringatan pelindung sekolah Santo Yosef, secara khusus bagi sponsor utama Mega Store dan Teh Botol Sostro.
         Sebagai bentuk penyambutan dan penghargaan atas kehadiran siswa-siswi SMP Santo Yosef, tim cheerleaders SMA Santo Yosef menampilkan aksinya di hadapan seluruh siswa. Sontak penampilan tim cheerleaders ini memukau seluruh siswa yang menyaksikan. Siswa SMP Santo Yosef tampak antusias menyaksikan penampilan kakak-kakak kelas mereka yang berhasil menampilkan aksi terbaik mereka.
         Usai menyaksikan  penampilan tim cheerleaders, para siswa bersiap untuk mengikuti lomba yang pertama, yaitu sport game. Permainan yang dipertandingkan adalah balon takeshi. Permainan ini membutuhkan kekuatan fisik, kecerdasan emosional, sportifitas, dan daya juang. Dalam permainan ini, para siswa dikelompokkan menjadi empat kelompok berdasarkan kelas masing-masing. Setiap kelompok terdiri dari tiga belas sampai lima belas peserta, masing-masing peserta diberikan dua balon yang kemudian diikatkan pada kedua kaki mereka. Setiap siswa wajib mempertahankan balonnya agar tetap utuh dan juga berpikir bagaimana memecahkan balon lawannya.
         Setelah mengikuti sport game, tantangan berikutnya yang harus diselesaikan oleh siswa adalah scientific game. Dalam permainan ini, para siswa lebih mengandalkan potensi akademiknya dibandingkan kekuatan fisik. Para siswa juga harus bisa bekerjasama dengan baik, karena permainan yang dipilih sebagai materi scientific game adalah permainan yang harus diselesaikan secara berkelompok.
         Penentuan scientific game sebagai permainan yang dilombakan tidak lepas dari prakarsa Bapak Heribertus Triwardono, S. Pd selaku kepala SMA Santo Yosef yang ingin terus memacu siswa untuk lebih berprestasi di bidang sains dan matematika. “Trofi-trofi yang kita peroleh kebanyakan berasal dari kegiatan olahraga dan seni, kita perlu menambah koleksi trofi yang berasal dari kompetisi di bidang sains” ungkap beliau di sela-sela pertemuan usai doa pagi menjelang pelaksanaan perayaan pelindung sekolah Santo Yosef. Tema serupa juga pernah dipilih dalam acara lomba cipta puisi bertema matematika dan sains yang diadakan untuk memperingati bulan bahasa.
 
 Water rocket meningkatkan kompetensi guru dan siswa
          Senin (18/3), SMA Santo Yosef mengadakan lomba water rocket antarpelajar SMP di Kabupaten Lahat dan sekitarnya. Lomba water rocket dilaksanakan sebagai perwujudan semangat SMA Santo Yosef yang ingin lebih mengedepankan prestasi di bidang sains dan matematika. Lomba water rocket yang dilakasanakan di halaman utama SMA Santo Yosef ini mendapat sambutan positif dari semua sekolah yang mendapat undangan mengikuti lomba. Sebanyak tiga belas tim dari dalam dan luar Kota Lahat turut ambil bagian dalam lomba ini. Tiga belas tim tersebut berasal dari SMPN 1 Lahat, SMPN 4 Lahat, SMPN 5 Lahat, SMP Santo Yosef, SMPN 1 Empat Lawang, dan SMP Muhammadiyah Lahat. Masing-masing sekolah mengirimkan siswa terbaiknya untuk mengiktui lomba.
          Lomba water rocket dimulai dengan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Bapak Heribertus Triwardono, S. Pd. Dalam amanatnya beliau menyampaikan ucapan terimakasih atas partisipasi dan respon positif yang ditunjukkan oleh siswa maupun guru. Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa banyak nilai yang bisa dipetik dari lomba water rocket ini, seperti nilai kerjasama untuk mencapai hasil terbaik (community), kreativitas (creativity), kemampuan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan (competence), dan daya juang. Nilai-nilai tersebut akan sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang siswa menjadi ciptaan yang berkepribadian utuh.
          Tari barongsai dan peluncuran water rocket oleh tim pemenang lomba water rocket antarpelajar tingkat provinsi yang merupakan siswa-siswi SMA Santo Yosef menjadi tanda bahwa lomba resmi dibuka dan para siswa siap bersaing untuk menampilkan inovasi terbaik. Para siswa bersama guru pendamping langsung menuju ruang perpustakaan untuk mendapatkan pengarahan dari koordinator lomba, Bapak Petrus Purbadi, S. Si.
          Setelah mendapat pengarahan, para siswa kemudian diarahkan menuju Laboratorium Kimia untuk pelaksanaan lomba. Pak Salmin, S. Pd salah seorang guru pendamping dari SMPN 5 Lahat mengungkapkan bahwa lomba water rocket yang diselenggarakan SMA Santo Yosef Lahat sangat positif. Beliau mengharapkan agar lomba water rocket semacam ini terus dipertahankan dan disempurnakan. “Sebisa mungkin lomba water rocket ini dipertahankan, karena dapat memacu kreativitas siswa dan guru” tandas beliau. Pak Salmin juga menyatakan bahwa ini bukan yang pertama kali beliau mendampingi siswa mengikuti lomba water rocket, “Kami pernah mengikuti juga lomba water rocket di Palembang” pungkas beliau.

Hasil terbaik diperolah oleh siswa terbaik
          Selasa (19/3), merupakan puncak dari peringatan pelindung sekolah Santo Yosef. Pada acara puncak ini para siswa peserta lomba sport game, scientific game, dan water rocket kembali diminta untuk hadir di SMA Santo Yosef untuk mengikuti upacara penutupan yang diikuti pengumuman hasil lomba dan pembagian hadiah. Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Bapak Heribertus Triwardono, S. Pd. Dalam amanatnya beliau tak henti-hentinya mengungkapkan kebanggaan terhadap karya yang dihasilkan oleh para siswa khususnya water rocket yang menjadi kompetesi utama dan baru pertama kali dilaksanakan di SMA Santo Yosef.
         Pada kesempatan yang sama, beliau juga mengimbau para siswa agar dapat menentukan pilihan yang tepat pada saat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Para siswa diarahkan untuk menentukan pilihan pada SMA yang mampu memfasilitasi siswa untuk dapat mengembangkan potensinya dibidang akademik maupun non-akademik. SMA Santo Yosef memberikan peluang seluas-luasnya bagi siswa untuk dapat mengembangkan diri melalui pelayanan prima karyawan dan faslitas-fasilitas mumpuni yang disediakan bagi siswa.
         Setelah upacara penutupan selesai, hasil lomba water rocket pun disampaikan. Juara pertama diraih oleh siswa-siswi dari SMP Negeri 4 Lahat, juara dua diraih oleh SMP Negeri 5 Lahat, dan juara ketiga diraih oleh SMP Santo Yosef Lahat. Panitia juga memberikan penghargaan bagi sekolah yang meraih juara harapan pertama, kedua, dan ketiga. Juara harapan pertama diraih oleh SMP Negeri 1 Lahat, juara harapan kedua diraih oleh SMP Negeri 1 Empat Lawang, dan juara harapan ketiga diraih oleh SMP Muhammadiyah Lahat. Para siswa dan guru pendamping tim juara tampak sangat puas dengan hasil kerja mereka. Sementara tim yang belum mampu menampilkan inovasi terbaiknya, tampak kecewa dan beberapa mempertanyakan keputusan juri. Hal ini menunjukkan bahwa para siswa dan guru pendamping sangat serius dalam mengikuti kompetisi bergengsi yang baru pertama kali diadakan di SMA Santo Yosef ini.
          Peringatan pelindung sekolah Santo Yosef benar-benar mencapai puncaknya ketika misa syukur atas terselenggaranya pesta pelindung karya dilaksanakan. Misa syukur dipimpin langsung oleh Romo Sumisran. Dalam khotbahnya beliau mengucapkan selamat kepada seluruh karyawan Santo Yosef Lahat mulai dari unit karya TK sampai Balai Pengobatan MULO atas terselenggaranya serangkaian acara untuk memperingati hari Santo Yosef yang merupakan teladan bagi para pekerja. Romo Sumisran juga mengimbau seluruh karyawan Santo Yosef untuk merenungkan apakah kita sudah cukup rendah hati dalam melaksanakan tugas pertusan di unit karya masing-masing? sudakah kita memperkaya iman kita? dan apakah kita sudah cukup berbela rasa terhadap sema?
          Pertanyaan refleksi tersebut mengacu pada tema yang diangkat pada peringatan pelindung sekolah Santo Yosef tahun ini, yaitu “Bersama Santo Yosef Pekerja Semakin Rendah Hati, Beriman, dan Berbela Rasa”. Pertanyaan-pertanyaan refleksi tersebut patut kita renungkan demi peningkatan kualitas pelayanan di unit karya masing-masing. Semangat Santo Yosef yang menjadi teladan para orangtua dan para pekerja juga patut kita hidupi dan kita terapkan dalam tugas perutusan kita, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Selamat  hari Santo Yosef!**
Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment