Article Detail

Kebersamaan dan Kasih Kunci Keberhasilan SMA Santo Yosef

Kamis (14/2), SMA Santo Yosef Lahat merayakan hari kasih sayang dengan mengajak seluruh siswa membuat kartu ucapan. Kartu ucapan yang dibuat oleh siswa boleh ditujukan kepada siapa saja, boleh antarsiswa, kepada guru, ataupun kepada karyawan non-edukatif di SMA Santo Yosef Lahat. Proses pembuatan kartu ucapan dilaksanakan di ruang kelas masing-masing dan didampingi oleh guru pengampu mata pelajaran yang mengajar saat itu.

Acara yang diprakarsai oleh OSIS SMA Santo Yosef ini mendapat respon positif dari seluruh siswa. Mereka tidak hanya diminta membuat kartu ucapan, tetapi juga diminta membawa cokelat dan kado valentine. Cokelat dan kado valentine yang dibawa selanjutnya ditukar dengan rekan-rekan satu kelas.

Ada lagi yang unik dari perayaan hari kasih sayang di SMA Santo Yosef Lahat. Khusus untuk hari Kamis (14/2), seluruh siswa diperbolehkan mengenakan berbagai aksesoris berwarna ping, warna khas valentine. Siswa diperbolehkan menggunakan  sepatu, tas, dan berbagai aksesoris lainnya yang bernuansa ping. Meskipun hal ini tidak diwajibkan, namun banyak siswa yang terlihat mengikuti instruksi tersebut. Mereka sangat antusias dan bersemangat menyemarakkan hari kasih sayang sedunia yang jatuh pada tanggal empat belas Februari setiap tahunnya.

SMA Santo Yosef Lahat sebenarnya masih disibukkan dengan pelaksanaan ulangan bulanan pertama. Akan tetapi, hal tersebut tidak menjadi kendala bagi OSIS SMA Santo Yosef dalam mempersiapkan dan mengawal jalannya acara. Pembina OSIS Ibu L. Tinon Pancaraningsih, S. Pd. secara khusus meminta alokasi waktu selama 30 menit setelah ulangan berkahir untuk siswa membuat kartu ucapan dan bertukar kado valentine. Dalam pelaksanaannya waktu 30 menit ternyata tidak cukup. Para siswa sangat antusias menuangkan kreativitasnya dalam membuat kartu ucapan. Mereka membuatnya semenarik mungkin agar dapat dibaca oleh orang yang dituju dalam kartu ucapan tersebut.

Setelah selesai membuat kartu ucapan, acara dilanjutkan dengan bertukar kado. Proses tukar kado diserahkan kepada guru dan kebijakan kelas masing-masing. Kuhusus untuk kelas XA, mereka bertukar kado dengan penomoran secara acak. Di kelas lain, ada yang membentuk lingkaran kecil kemudian kado dibagi secara acak berdasarkan instruksi guru pendamping.

Di akhir acara, para siswa diminta untuk mengumpulkan  kartu ucapan yang telah dibuat. Kartu ucapan yang telah terkumpul kemudian dipajang agar dapat dibaca oleh seluruh warga SMA Santo Yosef Lahat. Inilah cara SMA Santo Yosef Lahat mengajarkan kebersamaan di antara guru, karyawan non-edukatif dan siswa. Guru, karyawan non-edukatif, dan siswa harus bersinergi untuk dapat mencapai satu tujuan bersama, yaitu membangun citra positif bagi SMA Santo Yosef Lahat  secara khusus dan secara umum bagi Yayasan Tarakanita Wilayah Lahat, “Selamat Hari Kasih Sayang!”.

Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment