news
Tak terasa penerapan kurikulum 2013 di SMA Santo Yosef sudah berjalan hampir satu semester. Meskipun beberapa guru belum mendapatkan pelatihan dari pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat, namun kurikulum tetap diterapkan karena sudah menjadi keputusan. Para guru dengan inisiatif dan bekal pembinaan dari Kantor Yayasan Tarakanita Wilayah Lahat berupaya semaksimal mungkin menerapkan kurikulum 2013 sesuai rambu-rambu dalam PMP dan silabus pembelajaran.
Setelah sepuluh tahun berlalu, akhirnya pada Senin (20/10) lalu rezim presiden Susilo Bambang Yudoyono berakhir. Berakhirnya masa pemerintahan SBY bersama Kabinet Indonesia Bersatu jilid pertama dan kedua ditandai dengan dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih, Bapak Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla pada 20 Oktober 2014 lalu.
Ramah dan selalu bersahaja itulah karakter yang paling mudah diingat dari sosok guru yang satu ini. Bapak Antonius Purwaji namanya. Ia telah mengabdikan diri di SMA Santo Yosef selama dua puluh delapan tahun. Menjadi seorang guru bagi Bapak Antonius Purwaji merupakan sebuah kebanggaan, karena melalui profesi ini ia dapat memberikan sumbangan nyata dalam upaya membangun generasi muda yang kompeten dan berakhlak mulia. Di usianya yang tak bisa lagi disebut muda, Bapak Antonius Purwaji tentu memiliki segudang pengalaman yang menarik untuk dibagikan. Apalagi beliau dikenal sebagai sosok guru yang taat administratif dan selalu mendukung segala kebijakan yang dapat membawa perubahan lembaga ke arah yang lebih baik. Bersama Tim Redaksi Matapena Bapak Antonius Purwaji berbagi pandangan yang merupakan hasil refleksi beliau selama menjadi pendidik di Yayasan Tarakanita Wilayah Lahat.
Tugas utama seorang siswa adalah belajar. Ini merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar-tawar bagi seorang siswa. Namun, pada kenyataannya masih ada beberapa siswa yang kesulitan melaksanakan kewajiban utamanya tersebut. Untuk berbagai alasan mereka terkadang lebih senang berada di luar lingkungan sekolah daripada harus masuk kelas dan mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti siswa pada umumnya.
